Selasa, 03 Juni 2014

MARAH



TEMA : MARAH 

Ada  apa dengannya ?

Kalau ingin menjauh dariku silahkan saja, aku gak pernah memaksa untuk mendekat, kalau ini adalah hal yang dia anggap baik, mengapa aku harus sedih ?

“Masih Marah ?”
Aku tak prnah marah,bahkan tak pernah sekalipun aku berpikir untuk melakukannya,sebenarnya dialah yang justru menjauh dan seolah olah marah padaku, aku gak tau apa yang aku lakuin itu salah atau enggak, yang jelas aku Cuma ngelakuin apa yang aku anggap bener, sebenernya ini bukanlah marah, lebih tepatnya ini adalah bentuk dari rasa KECEWA yang sudah sangat sulit untuk ditahan dan akhirnya keluar begitu aja.

BERIKAN AKU SATU SAJA ALASAN UNTUK MARAH PADAMU !

Jika dia benar benar becanda, ini adalah hal tergaring yang pernah aku temukan sepanjang sejarah kelucuan yang ada, jika aku marah padanya dengan alasan yang gak tepat, itu sama aja aku menarik keluar jantungku tanpa sebab, yah artinya sama aja dengan kebodohan

Sangat sulit untuk menahannya, aku pengen banget ngobrol lagi seperti biasanya, ketawa bareng, ngomongin hal yang gak penting, tapi udah gak bisa, sekarang udah waktunya skenario kembali berjalan.

“Kesan Negatif di akhir cerita akan meringankan ending”, itulah yang aku percaya, mungkin aku sedikit ngerasa sakit hati, dan aku tau dia juga ngerasain hal yang sama jika enggak mungkin kepekaanku terlalu berlebihan. Yang pasti kesan ini yang harus aku selipkan pada skenarioku, meskipun nyawa taruhannya,

AKU GAK MAU MEMBIARKANNYA TERLELAP DALAM KESEDIHAN YANG BEGITU DALAM

Thanks 4 Reading