TEMA : MARAH
Ada apa dengannya ?
Kalau ingin menjauh dariku silahkan saja, aku gak pernah
memaksa untuk mendekat, kalau ini adalah hal yang dia anggap baik, mengapa aku
harus sedih ?
“Masih Marah ?”
Aku tak prnah marah,bahkan tak pernah sekalipun aku berpikir
untuk melakukannya,sebenarnya dialah yang justru menjauh dan seolah olah marah
padaku, aku gak tau apa yang aku lakuin itu salah atau enggak, yang jelas aku Cuma
ngelakuin apa yang aku anggap bener, sebenernya ini bukanlah marah, lebih
tepatnya ini adalah bentuk dari rasa KECEWA yang sudah sangat sulit untuk ditahan
dan akhirnya keluar begitu aja.
BERIKAN AKU SATU SAJA ALASAN UNTUK MARAH PADAMU !
Jika dia benar benar becanda, ini adalah hal tergaring yang
pernah aku temukan sepanjang sejarah kelucuan yang ada, jika aku marah padanya
dengan alasan yang gak tepat, itu sama aja aku menarik keluar jantungku tanpa
sebab, yah artinya sama aja dengan kebodohan
Sangat sulit untuk menahannya, aku pengen banget ngobrol
lagi seperti biasanya, ketawa bareng, ngomongin hal yang gak penting, tapi udah
gak bisa, sekarang udah waktunya skenario kembali berjalan.
“Kesan Negatif di akhir cerita akan meringankan ending”,
itulah yang aku percaya, mungkin aku sedikit ngerasa sakit hati, dan aku tau
dia juga ngerasain hal yang sama jika enggak mungkin kepekaanku terlalu
berlebihan. Yang pasti kesan ini yang harus aku selipkan pada skenarioku,
meskipun nyawa taruhannya,
AKU GAK MAU MEMBIARKANNYA TERLELAP DALAM KESEDIHAN YANG
BEGITU DALAM
Thanks 4 Reading