Jumat, 22 Agustus 2014

MORE THAN FRIEND

Didalam hidup ini, apa yang kita mau dan realita seringkali tidak berjalan beriringan, bukan masalah siapa yang salah, bukan karena usaha yang kita lakuin ini masih kurang, bukan karena hal hal seperti itu melainkan karena tuhan lebih menyayangi kita, menyayangi kita dengan tidak mengabulkan keinginan kita, karena tuhan tau apa yang lebih baik untuk diri kita, karena kita luar biasa.

Back To Story, seperti yang tertulis diatas, semua hal itu gak selalu sejalan dengan apa yang kita mau, ada kalanya kita harus berhenti dan berpikir untuk mengambil jalan apa selanjutnya, layaknya permainan, namun ini permainan yang buruk.

Pada akhirnya berulang kali aku melakukan kesalahan yang sama, meskipun aku sadar dimana kesalahanku namun aku tetap mengulanginya, alasannya hanyalah hal yang bodoh dan tidak logis, yaitu aku hanya ingin mencari tau apa dia masih peduli atau tidak padaku. Sepertinya itu adalah alasan paling bodoh yang pernah ada karena tanpa aku sadari ternyata aku telah membuat luka dihatinya.

Aku adalah manusia paling buruk dalam segala hal, sejujurnya aku ini penakut dan tidak berani mengambil sebuah keputusan besar, aku selalu ragu ragu pada banyak hal, aku terlalu memikirkan perasaan orang lain meskipun seringkali aku berpura pura tidak peduli.

Mungkin sudah waktunya untuk sedikit lebih dewasa, karena selama ini aku cuma bermain main dan tidak pernah serius, bagiku itu menyenangkan tapi disatu sisi itu menghancurkan perasaan orang yang seharusnya aku jaga.

Seharusnya aku percaya, aku tidak perlu pembuktian bodoh yang pada akhirnya justru membuat semuanya menjadi jauh lebih buruk. Karena pada akhirnya dia tidak pernah membenciku bahkan marah padaku sekalipun, menyadari hal itu sudah cukup membuka mataku dan melihat kebenaran yang tersembunyi selama ini.


SAHABAT SEHARUSNYA BISA SALING MEMPERCAYAI

Aku tidak mengharapkan hal besar terjadi pada hidupku setelah ini, aku Cuma ingin ini tidak menjadi lebih buruk, mungkin berlebihan tapi Cuma itu yang aku mau. Aku tidak mau jadi satu satunya manusia yang penuh dengan penyesalan.

Lagipula mungkin sudah terlambat buat disesali, ibarat kutub utara dan kutub selatan sekarang sudah gak mungkin kita bisa komunikasi selancar dulu, aku cuma bisa memperhatikannya dari kejauhan, ya peduli yang diam dari kejauhan, berpura pura tidak peduli padahal sangat peduli. 

Dari Sekian panjang kegilaan yang udah aku lakuin, ada satu hal yang harusnya ku sampaikan daridulu, tapi gak pernah ada kesempatan dan terlalu awkward buat diungkapin secara langsung, meskipun aku tau ini udah terlambat, “Cuma satu orang yang paling aku perhatiin dan peduliin, dan aku gak tau gimana cara ngungkapinnya, jadi aku sembunyiin aja selama ini dan ternyata justru berubah jadi mimpi buruk, tapi aku tetap mau dia tau tau apa yang aku rasain sekarang, gak akan berubah sampai kapanpun meskipun dia akan lupa, tapi tidak denganku, aku  janji” 

Kadang aku sedikit jengkel dan kecewa, tapi tanpa itu aku gak bakal tau apa yang aku rasain, dan dengan itu juga sekarang aku yakin dengan apa yang aku rasain. 
dan mungkin karena perasaan itulah penyebab aku berubah jadi begitu peduli, dan ironisnya setiap aku peduli aku akan berubah menjadi "membosankan" dan "menyebalkan" aku tau itu, itu membuatku jadi serba salah. 

HAL INDAH JUGA MEMILIKI AKHIR, JIKA ITU SUDAH TIBA, KITA HARUS SIAP  UNTUK MENERIMANYA.
 

Mungkin sudah berulangkali aku tulis, tapi sekali lagi “catatan ini aku dedikasikan untuk orang yang paling penting buatku” Aku gak perlu sebutkan nama dia, selama dia tau siapa yang aku maksud itu udah lebih dari cukup kok,


Bener kan, “Panda?”  ^_^


~never thought I would wish upon a star
I just want to be there by your side
there's nothing that I won't do, I'd give up everything
just to hold you in my arms, one more time~


Cerita ini kembali dimulai, dan catatan ini akhirnya berakhir.

Makasih sudah mau membacanya hingga akhir, You’re Awesome !

Terima Kasih