Didalam hidup ini, apa yang kita mau dan realita seringkali
tidak berjalan beriringan, bukan masalah siapa yang salah, bukan karena usaha
yang kita lakuin ini masih kurang, bukan karena hal hal seperti itu melainkan
karena tuhan lebih menyayangi kita, menyayangi kita dengan tidak mengabulkan
keinginan kita, karena tuhan tau apa yang lebih baik untuk diri kita, karena
kita luar biasa.
Back To Story, seperti yang tertulis diatas, semua hal itu
gak selalu sejalan dengan apa yang kita mau, ada kalanya kita harus berhenti
dan berpikir untuk mengambil jalan apa selanjutnya, layaknya permainan, namun
ini permainan yang buruk.
Pada akhirnya berulang kali aku melakukan kesalahan yang
sama, meskipun aku sadar dimana kesalahanku namun aku tetap mengulanginya, alasannya
hanyalah hal yang bodoh dan tidak logis, yaitu aku hanya ingin mencari tau apa
dia masih peduli atau tidak padaku. Sepertinya itu adalah alasan paling bodoh yang
pernah ada karena tanpa aku sadari ternyata aku telah membuat luka dihatinya.
Aku adalah manusia paling buruk dalam segala hal, sejujurnya
aku ini penakut dan tidak berani mengambil sebuah keputusan besar, aku selalu
ragu ragu pada banyak hal, aku terlalu memikirkan perasaan orang lain meskipun
seringkali aku berpura pura tidak peduli.
Mungkin sudah waktunya untuk sedikit lebih dewasa, karena
selama ini aku cuma bermain main dan tidak pernah serius, bagiku itu
menyenangkan tapi disatu sisi itu menghancurkan perasaan orang yang seharusnya
aku jaga.
Seharusnya aku percaya, aku tidak perlu pembuktian bodoh yang
pada akhirnya justru membuat semuanya menjadi jauh lebih buruk. Karena pada
akhirnya dia tidak pernah membenciku bahkan marah padaku sekalipun, menyadari hal
itu sudah cukup membuka mataku dan melihat kebenaran yang tersembunyi selama
ini.
SAHABAT SEHARUSNYA BISA SALING MEMPERCAYAI
Aku tidak mengharapkan hal besar terjadi pada hidupku
setelah ini, aku Cuma ingin ini tidak menjadi lebih buruk, mungkin
berlebihan tapi Cuma itu yang aku mau. Aku tidak mau jadi satu satunya manusia
yang penuh dengan penyesalan.
Lagipula mungkin sudah terlambat buat disesali, ibarat
kutub utara dan kutub selatan sekarang sudah gak mungkin kita bisa komunikasi
selancar dulu, aku cuma bisa memperhatikannya dari kejauhan, ya peduli yang
diam dari kejauhan, berpura pura tidak peduli padahal sangat peduli.
Dari Sekian panjang kegilaan yang udah aku lakuin, ada satu
hal yang harusnya ku sampaikan daridulu, tapi gak pernah ada kesempatan dan
terlalu awkward buat diungkapin secara langsung, meskipun aku tau ini udah
terlambat, “Cuma satu orang yang paling aku perhatiin dan peduliin, dan aku gak
tau gimana cara ngungkapinnya, jadi aku sembunyiin aja selama ini dan ternyata
justru berubah jadi mimpi buruk, tapi aku tetap mau dia tau tau apa yang aku
rasain sekarang, gak akan berubah sampai kapanpun meskipun dia akan lupa, tapi
tidak denganku, aku janji”
Kadang aku sedikit jengkel dan kecewa, tapi tanpa itu aku
gak bakal tau apa yang aku rasain, dan dengan itu juga sekarang aku yakin
dengan apa yang aku rasain.
dan mungkin karena perasaan itulah penyebab aku berubah jadi begitu peduli, dan ironisnya setiap aku peduli aku akan berubah menjadi "membosankan" dan "menyebalkan" aku tau itu, itu membuatku jadi serba salah.
HAL INDAH JUGA MEMILIKI AKHIR, JIKA ITU SUDAH TIBA, KITA HARUS SIAP UNTUK MENERIMANYA.
dan mungkin karena perasaan itulah penyebab aku berubah jadi begitu peduli, dan ironisnya setiap aku peduli aku akan berubah menjadi "membosankan" dan "menyebalkan" aku tau itu, itu membuatku jadi serba salah.
HAL INDAH JUGA MEMILIKI AKHIR, JIKA ITU SUDAH TIBA, KITA HARUS SIAP UNTUK MENERIMANYA.
Mungkin sudah berulangkali aku tulis, tapi sekali lagi “catatan
ini aku dedikasikan untuk orang yang paling penting buatku” Aku gak perlu
sebutkan nama dia, selama dia tau siapa yang aku maksud itu udah lebih dari
cukup kok,
Bener kan, “Panda?” ^_^
~never thought I would wish upon a star
I just want to be there by your side
there's nothing that I won't do, I'd give up everything
just to hold you in my arms, one more time~
Cerita ini kembali dimulai, dan catatan ini akhirnya berakhir.
Makasih sudah mau membacanya hingga akhir, You’re Awesome !
Terima Kasih
