Senin, 05 Mei 2014

MASA ABSURD SMA - Episode 1

Episode 1.
KENAPA MASUK SMA ?

ini sedikit cerita pendek gue yang udah gue skip sesingkat singkatnya :D
ini adalah catatan pribadi gue, kalo ada kesamaan nama, tokoh atau tempat kejadian itu impossibru.



oke, langsung to the point aja deh biar gak ngantuk,


ini cerita disaat gue pertama kali masuk SMA,
mungkin aneh, tapi gue gak pernah sebegitu ngagumin seorang perempuan setelah banyak kejadian di semasa SMP, yah masa masa bego gue yang polos dan lugu dan gak tau cinta dan hanya gila gilaan doang disekolah tanpa ada arah dan tujuan (mulai ngelantur)
udah deh, kan yang penting masa SMA gue, bukan kehidupan sebelumnya :D

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang pemuda polos yang di hari pertama masuk ke SMA hanya berfikir untuk ngerubah image, karena masa lampau nya yang kelam dan gak dikasih izin dari orang tua buat sekolah di SMK favoritnya (karena harus ngelewatin tujuh samudra lah alasannya) akhirnya dengan berat hati dia masuk SMA tanpa ada rasa semangat dihatinya, yah seperti zombie yang dipaksa untuk terus bernafas padahal idung aja udah gak fungsi,
dari semua yang dia liat, SMA itu gak ada bagus bagusnya, rasa menyesal yang luar biasapun menyelimuti hatinya seperti lalat yang ngerumunin kotoran kebo, terus menerus, jika dia mengingat masa hidupnya terkadang dia menangis seperti anak monyet yang ekornya ketiban kaki gajah, dan berkata "habislah masa mudaku"
yah semakin lama dia berfikir, semakin hancur perasaannya,

"GAK ADA YANG BISA DIBILANG ASIK DISINI !"
hari harinya suram, makin suram, terlalu suram untuk disuram suramin :D
pokoknya kesuraman suramnya hidupnya yang suram itu terlalu suram untuk diungkapkan dengan kesuraman kata kata #Yo Dawg

ngeliat anak lain pada seneng seneng dan bahagia kayak monyet yang nemuin pohon pisang yang isinya pisang empat sehat lima sempurna, dia cuma bisa berkata #AKU GAK PAPA, karena pada zaman itu kata kata #AKURAPOPO masih belum ditemukan,



SUPER SKIP ENABLED
akhirnya dia udah masuk SMA, meskipun hatinya yang hancur masih belum di bisa diselamatkan dan divonis harus diamputasi, dia terima apa adanya, layaknya orang yang dewasa yang ingusan dan masih harus ganti popok tiap pagi siang dan malam, it's fine, gak masalah kehidupan tiga tahunnya bakalan disesali sepanjang hidupnya yang padahal gak ada indah indahnya

oke MOS udah kelar, terakhir tinggal pembagian kelas, meskipun yang lain pada gak sabar nungguin tuh kelas sampe mukanya kayak lumut yang ketiup pusaran air dan ilang ditengah gelapnya samudra,
dia justru ngantuk dan gak peduli dengan hasilnya, yang penting cepet kelar, cepet cari sit position yang strategis dan cepet pulang, terus menggila seperti monyet yang kesurupan roh curut.
yo hasilpun kelar, masalahnya ini emang kebetulan atau apalah itu, ternyata dia dipanggil paling belakang, paling terakhir, dari sekian ratus siswa, kalo lu tau gimana lamanya harus nungguin tuh hasil sampe badan mengeras dan berubah jadi artefak ribuan tahun,
namanya dipanggil, ternyata kelas yang didapat juga gak buruk, karena gak ada bedanya juga dengan kelas lain, dia berjalan dengan sangat keadaan setengah tepar kayak bebek yang kakinya pincang,

masuk kekelas, jalan dengan slowmotion #LikeABoss
kesan pertama adalah hal yang terpenting, dapat tempat duduk, dia duduk dengan perasaan dan aura negatif yang sangat kuat disekitarnya, mungkin kurang lebihnya uji nyali di DUNIA LAIN,
tapi, whatever lah, so dengan sedikit penjelasan singkat dari anggota OSIS, akhirnya bisa pulang juga, "akhirnya neraka kejam ini berakhir juga" ujarnya

Keesokan harinya, hari pertama masuk SMA dimulai,
*lonceng berbunyi, dihari pertama masuk dia udah terlambat aja,so, dia masuk dengan tampang seperti baby face tak berdosanya, ternyata gurunya juga belum masuk #kamfret
dia meletakkan tasnya dengan santai dan sok keren nya, menlihat sekeliling gak ada yang menarik,
dia duduk menunggu guru pertama yang masuk, sedangkan anak anak yang pada ngobrol kayak ayam keselek durian, dan aura kelaspun seketika menjadi ramai serasa pasar senen.
dia nunggu kayak orang bego, dan akhirnya guru pertama pun masuk
dan ternyata wali kelas yang masuk #Yaaay
 seusai aspirasi pendeknya, akhirnya tuh guru keluar dan dilanjut dengan guru mapel yang sama aja ngeboseninnnya, ternyata kehidupan SMA bisa jauh lebih ngebosenin daripada kehidupan seekor protozoa atau apalah namanya,

so, masuk ke hal yang mungkin bisa ngilangin sedikit stres, ternyata ada sesi perkenalan diri juga rupanya, so satu persatu siswa dikelas pada memperkenalkan dirinya masing masing, dan setiap individu punya nama yang unik rupanya, dan akhirnyaa giliran dia pun datang, dia dengan gagahnya memperkenalkan dirinya berharap ada respon dari sekeliling, ternyata cuma ada suara jangkrik kecepit pintu -_-

dia kembali duduk dengan perasaan sesak dihati yang mungkin kalo diibaratkan processor, hatinya udah di overclock kelewatan batas tinggal nunggu jebol doang,

gak ada yang menarik, rasanya pengen kelaut aja terus terbang bareng ikan paus dan pindah ke mars aja, sangat membosankan

akhirnya dia mendengar suara  dari alam surga, *bel istirahat berbunyi
dengan rasa jenuh, dan males yang luar biasa dia mondar mandir kelas, terus keluar, terus masuk lagi,
memperhatikan para siswa yang gak ada menariknya, karena gak ada kerjaan lain,

setelah itu, apa yang harus diceritain lagi ya ?
umm, yah mungkin dia nemuin suatu hal yang menarik, yang mungkin gak bakal dia temuin kalo dia masuk sekolah lain,

To Be Continued..