INTERMEZZO
Aku mampu menahan keanhean ini tetapi ada waktu dan juga batasnya,
Kalau dia membaca ini, yang ingin kukatakan adalah “tolong
hentikan kata kata bodoh itu,” memang egois tapi aku tidak bisa mentoleransi
kesalahpahaman yang terlalu berlebihan, karena orang yang harusnya bisa lebih
mengerti aku adalah orang yang kuberikan perhatian lebih,
Apa masih bingung seperti apa aku memberi perhatian ? itu
bukan hal yang ingin kubahas saat ini, intinya aja (to the point) aku terlalu
malas untuk meladeni sifat egois yang terlalu banyak memiliki kesalahpahaman
didalamnya, bisa saja aku mengabaikan perasaanku tapi ini udah terlalu banyak
yang dia berikan terhadapku, bahkan aku hampir merubah pikiranku sekali lagi,
bahwa kesendirian adalah hal yang sangat buruk, tapi ternyata aku masih salah
“Kau terangi jiwaku, kau redupkan lagi” itu adalah lirik
yang sangat tepat meskipun aku bukan orang yang suka dengan lagu yang berbau
cinta didalamnya,
Bicara soal jiwa, aku memang punya sedikit gangguan jiwa,
(bukan berarti aku pasien sakit jiwa yang melarikan diri) ini kenyataan yang
memang baru aku sadari baru baru ini, contoh kecilnya pada kondisi kejiwaanku
aku mudah sekali tersingung, tertekan, sakit hati, dan emosiku tidak
terkendali, emosi ini pernah meledak sekali dan akibatnya banyak hal menjadi
taruhannya,
Aku merasa kondisi kejiwaanku ini adalah kebodohan yang
diberikan pada diriku, aku menutupinya dengan semampuku sekuat tenaga bahkan
aku sampai kehilangan jati diriku, karena untuk menutupi kondisi mental dan
jiwaku yang bodoh ini, aku merelakan jati diriku hilang dan meniru kepribadian
orang lain yang kuanggap baik, jadi sampai sekarang aku hanya berpura pura
menjadi pribadi yang bukan lah diriku, karena percayalah, diriku yang
sebenarnya bukanlah orang yang menyenangkan.
Aku tidak tega memukul seekor kecoak dengan buku, tapi
disuatu sisi terkadang aku merasa memenggal kepala ayam dan manusia itu tidak
ada bedanya, *maaf perkataan ini mengandung sedikit unsur sadisme. itulab contoh kecil dari kondisi kejiwaanku
yang kacau, aku sendiri juga tidak menginginkan kondisi bodoh ini, aku hanya ingin
menjadi layaknya orang orang normal pada umumnya.